Minggu, 13 Desember 2015

jepara 15 november 2015

Hanya saja manusia selalu memiliki pilihan dalam kehidupan mereka, kalaupun kelihatannya tak ada jalan yang real dalam memilih. manusia tetap dalam keadaan memilih antara tetap maju hadapi masalah, mnerima kekalahan dan sekedar mendapat teguran tuhan atau mundur dengan penyesalan dan berargumen dengan alasan tentang ketidak beraniannya maju kala itu.
Aku pernah memilih pilihan kedua dalam penentuan masalah yang ku alami, memilih lepas senjata sebelum naik kendaraan menuju lahan pertempuran. Tentunya aku harus menerima kekalahan atau lebih tepatnya memilih untuk menerima konsekwensi ketika satu pilihan yang ku ambil adalah kesalahan fatal dengan beribu argumen yang ku debatkan pada diriku sendiri. Dan pilihan itu setidaknya mengarahkanku pada jalan jalan lain. Hingga aku sadar kita tak akan pernah sampai pada titik dmana kita merasa diri kita hebat dengan hanya memilih untuk berlari.
Sampai suatu hari..
Ketika aku dihadapkan dalam kesiapanku untuk memilih pilihan pertama (atau mungkin lebih tepatnya memberanikan memilih) aku gagal. Tapi disisi lain, aku tak merasa menyesal dalam kegagalan bahkan dapat uraikan sedikit senyum dengan kegagalanku. Sadar hal ini telah memberiku pelajaran dalam kehidupan, aku memutuskan tak pernah mundur lagi.
Tapi....
Aku terlalu sering mengalami kegagalan. Benarkah? Yha.. kenapa? Aku bahkan tak pernah berfikir kenapa.. sekarang malah kau tanya tentang kenapa Dapat gagal.. yang ada dalam fikiranku hanyalah aku gagal dan akan kembali mencoba.
Kau salah.. kenapa tak kau fikirkan bagaimana kau bisa gagal, alasan apa, mengapa hingga bagaimana kau menanggapi kegagalan tersebut.

Aku terdiam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar